KABAR BATAM

Warga Tanjung Uma dan LSM BPKPDPD Unjuk Rasa di Kantor Walikota dan BP Batam

BATAM, KabarKepri.com – Puluhan warga kampung merah putih Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja korban tanah longsor di belakang pasar Induk Jodoh mendatangi kantor Walikota Batam dan BP Batam untuk melakukan unjuk rasa, Jumat (17/1/2020).

Massa yang melakukan unjuk rasa tersebut dibawa oleh LSM Badan Pemantauan Kebijakan Pendapatan Pembanguan Daerah (BPKPDPD) Kepri.

Salah satu tuntutan pengunjuk rasa tersebut meminta agar Polda Kepri agar kasus longsornya lahan atau tanah di Tanjung Uma diusut sebagai kasus pidana.

Korlap LSM BPKPDPD Kepri, Edi Susilo mengatakan tanah longsor yang merusak puluhan rumah warga itu adalah tanah timbunan milik dari PT Usaha Karya Jaya Makmur.

Selain itu pengunjuk rasa menyampaikan tuntutan kepada BP Batam dan Pemko Batam agar mencabut izin pemilik lahan PT Usaha Jaya Makmur.

Pemko Batam diminta harus membuka mata atas jatuh korban nyawa terhadap Tanjung Uma dan korban rusaknya puluhan rumah.

“Kalau tuntutan kami ini tidak dikabulkan maka kami akan kembali demo secara besar-besaran, karena akibat dari tanah longsor itu sekitar 60 an rumah rusak parah, bahkan juga ada yang meninggal dunia,” tegas Edi (JS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close