oleh

Soal Laka Lantas Video Leher Pengendara Putus di Jembatan Fly Over, Kasat Lantas: Informasi Itu Hoax

-KABAR BATAM-8.771 views

 

Kabarkepri.com – Batam  –  Masyarakat Kota Batam digegerkan dengan beredarnya video atau berita di media sosial terkait kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan leher korban putus di Jalan Raja H Fisabilillah di Simpang Fly Over (Laluan Madani) Kota Batam.

Kapolresta Barelang, KBP Yos Guntur, SH, SIK melalui Kasat Lantas, Kompol Ricky Firmansyah, SIK mengatakan informasi video yg beradar tersrbut adalah hoax, Kamis (21/10).

Ricky menjelaskan bahwa beredarnya video laka lantas yang mengakibatkan korban yang leher atau kepalanya putus, kemudian ada 3 video lainnya berada di fly over tersebut, dijelaskan memang benar ada terjadi pada hari Selasa tanggal 19 Oktober 2021 pukul 08.30 WIB di jalan yang dimaksud antara sepeda motor Yamaha N Max dengan R4 Suzuki Ertiga.

Namun pada saat dilakukan olah TKP oleh Unit Laka Satlantas Polresta Barelang, pengemudi sepeda motor Nmax dan penumpang hanya mengalami cedera lecet kaki dan tangan yang tergolong kategori luka ringan.

“Kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit Awal Bross dan dilakukan tindakan rontgen dan dinyatakan oleh dokter Awal Bross korban hanya mengalami patah tulang. dan untuk perkaranya sudah ditangani di Unit Laka Lantas Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Ricky.

Terkait video yang tersebar itu, lanjut Ricky, dapat kami pastikan bukan kejadian yang terjadi di Kota Batam dan memang tidak pernah ada kejadian tersebut.

“Jadi saya simpulkan kembali untuk video pertama itu video hoax yang memang tidak terjadi di Kota Batam dan tidak ada laporannya di Unit Laka Lantas Polresta Barelang,” jelas Ricky.

Dia mengimbau kepada masyarakat Kota Batam untuk tidak terkecoh dengan informasi yang tidak dapat di pertanggung jawabkan atau berita yang belum jelas.

“Diteliti lebih dahulu informasi yang masuk benar atau tidak, jangan sampai terkecoh oleh hoax. Dan dihimbau kepada masyarakat Kota Batam jangan menyebar luaskan berita hoax karna ada Sanksi Pidananya,” pungkas Ricky.(afr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed