oleh

Polda Kepri Ungkap Kasus Korupsi Proyek Rp. 3 Miliar Lebih di Lingga. Dua Orang Ditetapkan Tersangka

 

Kabarkepri.comBatam– Penyidik Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri menetapkan dua tersangka inisial RL alias R dan Inisial ENS atas kasus korupsi pengadaan alat pengolahan tepung ikan di Kabupaten Lingga melalui BUMD setempat sebesar Rp3.090.726.183.

Sebagaimana yang tertuang di dalam laporan Hasil Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Kepri.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si didampingi Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri, Kompol Abdul Rahman, SH, S.Ik, MH, di Polda Kepri. Kamis (07/10).

″Kasus korupsi ini berawal dari penyelidikan Tim Subdit III Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Kepri terhadap pengadaan alat ataupun mesin pengolahan tepung ikan yang ada di Kabupaten Lingga. Pengadaan mesin ini melalui BUMD Kabupaten Lingga yaitu PT. PSM  dimana Inisial RL alias R selaku Direktur di Perusahaan tersebut. Pengadaan barang itu melalui proses penunjukkan terhadap PT. PIM yang Direkturnya Inisial ENS,” ungkap Harry.

Proses pengadaan barang dan alat tersebut, kata Harry, tidak melalui proses yang benar, sebagaimana peraturan tentang pengadaan barang dan jasa yang melalui proses lelang. Dari hal ini dapat dilihat akan timbul kerugian keuangan negara.

Kemudian Inisial RL alias R selaku Direktur PT. PSM meminta Inisial ENS selaku Direktur PT. PIM untuk menghitung kebutuhan dalam pengadaan mesin dan alat untuk proses pembuatan tepung ikan, muncullah angka sebesar Rp. 3.090.726.183.

“Inisial RL alias R meminta uang fee sebesar Rp150.000.000 untuk keuntungan pribadinya,” Jelas Harry.

Dipaparkan, dari hasil penyelidikan bahwa pembuatan mesin pengolahan tepung ini ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi.

Pada saat dilakukan pengujian oleh ahli alat ini tidak bisa meghasilkan tepung ikan. Oleh karena itu dapat disimpulkan dari hasil penyelidikan di lapangan ada kerugian keuangan negara setelah penyidik berkoordinasi dengan BPKP untuk melakukan audit terhadap keuangan maupun anggaran yang digunakan.

“Dari hasil audit BPKP ditemukan kerugian negara sebesar Rp3.090.726.183,″ terang Harry.

Barang bukti yang disita antara lain, 1 unit mobil merek Honda type CR-V beserta BPKB dan STNK, 1 unit sepeda motor merk Honda beserta BPKB dan STNK, 11 unit mesin pabrik dan surat-surat, dokumen serta rekening koran.

″Pasal yang disangkakan adalah pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Pasal 2 ayat 1,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, penyidik tidak bisa menghadirkan tersangka Inisial RL alias R karena yang bersangkutan saat ini sedang menjalani hukuman pidana penjara selama lima tahun di Rutan Tanjungpinang atas kasus korupsi investasi dana jangka pendek di salah satu BUMD Bintan dengan kerugian negara sebesar Rp565.000.000,” tutup Harry.(*zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed