oleh

Dugaan Kasus Penggelapan Dana BPHTB Rp1,2 Miliar, Yudi Memenuhi Panggilan Kejari Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, KabarKepri.com – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang melakukan pemeriksaan terhadap Yudi, terduga saksi terlapor kasus penggelapan dan tindak pidana korupsi penggunaan dana Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) senilai Rp1,2 miliar di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Pemko Tanjungpinang, Rabu (20/11).

Yudi, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), selaku Kabid Aset BP2RD kota Tanjungpinang
Pemko Tanjungpinang tersebut datang datang memenuhi panggilan tim penyidik Kejari Tanjungpinang dengan mengenakan baju kemeja putih dan celana hitam sekitar pukul 09.00 WIB hingga 12.30 WIB.

Pemeriksaan Yudi sebagai tindak lanjut proses penyelidikan yang dilakukan untuk diperiksa oleh tim penyidik Kejari Tanjungpinang atas dugaan kasus tersebut.

Usai menjalani pemeriksaan sekitar 2 jam 30 menit, Yudi baru keluar dari ruangan penyidik melalui pintu samping Kantor Kejari Tanjungpinang.

Ketika dikonfrimasi sejumlah wartawan, Yudi hanya mengatakan, menyerahkan semua apa yang dialaminya saat ini kepada pihak Kejari Tanjungpinang, sekaligus memasrahkan diri kepada Allah SWT.

“Isnyah Allah, saya serahkan kepada Allah dan kepada penyidik jaksa,”ucap Yudi sembari berlalu.

Selain Yudi, pihak Kejari Tanjungpinang juga melakukan pemeriksaan terhadap Dodi, staf di BP2RD Pemko Tanjungpinang yang juga sebagai terduga saksi terlapor atas dugaan kasus tersebut. dalam ruangan pemeriksaan terpisah. Hingga pukul 15.00 WIB, oknum ASN Pemko Tanjungpinang tersebut masih menjalani pemeriksaan.

Kepala Kejari Tanjungpinang Ahelya Abustam SH MH melalui Kasi Intelijen Rizky Rahmatullah SH mengatakan, kedatangan dan pemeriksaan terhadap dua oknum ASN Pemko Tanjungpinang tersebut. masih sebagai saksi pihak terduga terlapor.

“Pertanyaan yang kita ajukan kepada dua ASN Pemko Tanjungpinang (Yudi dan Dodi) tersebut, hanya seputar atas dugaan kasus penggunaan dana pajak BPHTB yang disetorkan sejumlah Wajib Pajak ke BP2RD Tanjungpinang saat itu,” kata Rizky

Dengan pemeriksaan saksi Yudi, lanjut Rizky menyebutkan masih terus mendalami proses penyelidikan atas dugaan kasus tersebut melalui pemeriksaan sejumlah saksi lainnya sebelum dinaikan ke tahap penyidikan.

“Setelah pengumpulan keterangan sejumlah saksi tersebut, secepatnya akan kita lakukan gelar perkara, untuk menentukan langkah hukum selanjutnya atas dugaan perkara ini,”ungkap Rizky

Menurut Rizky, proses penyelidikan dan penyidikan atas dugaan kasus ini termasuk rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama nantinya. Hal ini mengingat banyaknya melibatkan pihak saksi dan barang bukti yang diperlukan.

“Untuk saat ini sudah 13 orang yang kita periksa sebagai saksi untuk dimintakan keterangannya. Disamping itu, kita juga mendapatkan sejumlah dokumen sebagai barang bukti lain, terkait proses penyelidikan atas dugaan kasus tersebut,”ungkapnya.

Sekedar diketahui, diantara pihak dan pejabat di lingkungan Pemko Tanjungpinang yang telah diperiksa tim penyidik Kejari Tanjungpinang tersebit, yakni Kepala Inspektorat yang juga Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Pemko Tanjungpinang, Tengku Dahlan.

Kemudian, Kepala BPPRD Pemko Tanjungpinang, Riany dan Kepala Bidang (Kabid) Penetapan Pajak di BP2RD, Tina Darman Surya, termasuk salah seorang pejabat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tanjungpinang, serta dua orang pegawai Bank BTN cabang Tanjungpinang. (JS/Nel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed