oleh

BPK-PPD Kepri Demo Di KPK Dan Mabes Polri Meminta Penegak Hukum Perhatian Terhadap Sejumlah Kasus Di Kota Batam 

KabarKepri.com – Jakarta – Badan Pemantau Kebijakan Pendapatan dan Pembangunan Daerah (BPK-PPD) Provinsi Kepri, meminta polisi dan KPK memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah kasus yang terjadi di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Permintaan tersebut disampaikan dalam aksi unjuk rasa di Gedung Merah Putih KPK dan Mabes Polri, Senin (29/11) pagi.

Dalam aksinya, massa membawa sejumlah spanduk dan karton yang bertuliskan tuntutan mereka.

Ketua Umum BPK-PPD Kepri, Edy Susilo dalam orasinya menyampaikan tuntutan mereka,  yakni meminta KPK mengusut tuntas dugaan fee lahan di BP Batam apabila ada pengajuan dari pengusaha.

Kemudian, memeriksa pejabat Pemko Batam terkait rekening titipan Rp455 miliar di Bank Riau Kepri tidak sesuai SOP, diluar rekening resmi sesuai hasil audit BPK RI Perwakilan Provinsi Kepri tahun 2020.

“Kami juga menuntut Mabes Polri memeriksa Walikota Batam, atas penggunaan ijazah palsu yang sebelumnya telah dilaporkan ke Bareskrim Polri,” kata Edy Susilo dilansir dari Bataminfo.co.id, Senin (29/11).

Selain itu, kata Edy, pihaknya meminta Mabes Polri turun ke Batam karena telah terjadinya perusakan puluhan hektar Hutan Mangrove di Pantai Sei Nayon.

“Pengrusakan Hutan Mangrove ini jelas sangat bertentangan dengan Program Presiden Joko Widodo, dalam penanaman mangrove di Batam beberapa waktu lalu,” tegas Edi.

Selain aksi damai. lanjut Edy, pihaknya juga menyerahkan laporan kasus dugaan korupsi di Pemko dan BP Batam ke KPK.

Sedangkan ke Mabes Polri, pihaknya menyerahkan laporan dugaan pengrusakan hutan mangrove di Sei Nayon.

“Tadi di KPK kami diterima bagian umum. Dan di Mabes Polri kami diterima oleh Divisi Humas,” ujarnya.

Aksi puluhan massa yang tergabung di BPK-PPD Kepri ini mendapat pengawalan ketat aparat Kepolisian setempat. Hingga aksi selesai, situasi berjalan lancar, aman dan kondusif. (BM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed