LSM GETUK Kepri : “Kejati Harus Ungkap Siapa Aktor Besar Dibalik Kasus Mark Up Pengadaan Laptop di Disdik Kepri!”.

280
0

TANJUNGPINANG, KabarKepri.com – Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Tuntas Korupsi (LSM GETUK) melalui Ketua Umumnya Jusri Sabri mendukung dan meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri untuk mengusut tuntas pengadaan 2.400 unit laptop di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri dengan Pagu Anggaran (PA) Rp. 22,3 miliar sampai keakar-akarnya dan mengungkap aktor besar dalam kasus ini, Selasa, (01/07/2020).

“Kami LSM Getuk lagi mengikuti dan memantau penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Kepri untuk kasus dugaan mark up pengadaan komputer di Dinas Pendidikan Kepri, kami sangat mendukung Kejati Kepri mengungkap kasus ini. Kami meminta penyidik Kejati Kepri dalam mengungkap kasus ini jangan tebang pilih dan harus diungkap sampai keakar-akarnya. Siapa aktor besar dibalik kasus ini harus ditangkap”, sebut Jusri.

Seperti diketahui, Pengadaan 2.400 unit laptop milik Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri yang dilaksanakan oleh PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) lewat APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2019 lalu diduga di mark up. Lantaran satu unit Laptop Lenovo dengan spek  amd A9-9425 Radeon R5 3.10 GHz windows 10 tersebut dibandrol Rp. 9.328.000. Sementara harga laptop dengan merk dan spek yang sama di sejumlah toko elektronik di Tanjungpinang harganya adalah sebesar Rp. 4.300.000.

Merujuk surat perjanjian yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Kepri melalui Disdik Provinsi Kepri bersama PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) dengan nomor 24.957/SP/DISDIK-KEPRI/2019 pada tanggal 27 September 2019 tersebut pekerjaanya adalah pengadaan laptop penunjang kegiatan media pendidikan untuk SMAN di Kepri.

Berdasarkan perbandingan harga tersebut, jika acuannya harga vendor, pengadaan 2.400 unit laptop yang digunakan sebagai media pendidikan untuk SMAN di Kepri tersebut sebesar Rp.22.387.200.000. Kemudian untuk harga yang berada di sejumlah toko elektronik di Tanjungpinang, pengadaan laptop tersebut dengan jumlah yang sama atau merk dan spek yang serupa hanya memerlukan anggaran sebesar Rp.10.320.000.000.

Selanjutnya, dari data yang didapat di internal Disdik Provinsi Kepri, tujuh SMA Negeri di Ibu Kota Provinsi Kepri mendapatkan jumlah yang berbeda-beda. SMA Negeri 1 Tanjunginang mendapatkan 30 unit, SMA Negeri 2 40 unit, SMA Negeri 3 sebanyak 10 unit, SMA Negeri 4 mendapat jatah 40 unit, SMA Negeri 5 bagiannya 30 unit, SMA Negeri 6 10 unit, dan SMA Negeri 7 jumlah 15 unit. Secara keseluruhan tujuh SMA Negeri di Tanjungpinang mendapatkan bagian sebanyak 175 unit.

Sementara itu untuk Kota Batam, dari 26 SMA Negeri, hanya 24 SMA yang mendapatkan bantuan laptop tersebut. Adapun rinciannya adalah SMA Negeri 1 50 unit, SMA Negeri 2 10 unit, SMA Negeri 3 40 unit, SMA Negeri 4  50 unit,  SMA Negeri 5  60 unit, SMA Negeri 6 10 unit, SMA Negeri 7 20 unit, SMA Negeri 8 40 unit, SMA Negeri 9  20 unit, SMA Negeri 10 30 unit, SMA Negeri 11 30 unit, SMA Negeri 12 30 unit.

Masih di Kota Batam, SMA Negeri 13 kebagian 30 unit,SMA Negeri 14 60 unit, SMA Negeri 15 40 unit, SMA Negeri 16 60 unit, SMA Negeri 17 60 unit, SMA Negeri 18 40 unit, SMA Negeri 19 60 unit, SMA Negeri 20 40 unit, SMA Negeri 21 20 unit, SMA Negeri 22 20 unit, SMA Negeri 23 30 unit, dan SMA Negeri 24 40 unit. Sementara SMA Negeri 25. dan SMA Negeri 26 belum mendapatkan bagian. Adapun secara kumulatif 24 SMA Negeri di Batam mendapat jatah sebanyak 890 unit.

Berikutnya di Kabupaten Bintan ada 10 SMA Negeri yang mendapatkan bagian. Yakni, SMA Negeri 1 Bintan Utara sebanyak 10 unit, SMA Negeri 1 Tembelan 50 unit, SMA Negeri 1 Teluk Bintan 30 unit, SMA Negeri 2 Teluk Bintan 10 unit, SMA Negeri 1 Toapaya 15 unit, SMA Negeri 1 Mantang 30 unit, SMA Negeri 1 Bintan Pesisir 20 unit, SMA Negeri 2 Bintan pesisir 10, dan SMA Negeri 1 Bintan Timur sebanyak 60 unit. Secara keseluruhan 10 SMA Negeri di Kabupaten Bintan mendapatkan bagian 265 unit.

Melangkah ke Kabupaten Karimun ada 15 SMA Negeri yang mendapatkan bagian 420 unit laptop. Adapun ke 15 sekolah tersebut adalah SMA Negeri 1 Kundur 60 unit, SMA Negeri 2 Kundur 40 unit, SMA Negeri 3 Kundur 20 unit, SMA Negeri 4 Kundur 40 unit, SMA Negeri 5 Kundur 20 unit, dan SMA Negeri 6 Kundur 40 unit. Selain itu adalah SMA Negeri 1 Karimun 40 unit, SMA Negeri 2 Karimun 30 unit, SMA Negeri 3 Karimun 30 unit, SMA Negeri 4 Karimun 10 unit, SMA Negeri 5 Karimun 30 unit, SMA Negeri 1 Buru 30 unit, dan SMA Negeri 1 Durai 30 unit.

Kemudian di Kabupaten Lingga ada 11 SMA Negeri yang turut mendapatkan bagian 210 unit. Yakni, SMA Negeri 1 Singkep 30 unit, SMA Negeri 2 Singkep 30, SMA Negeri 1 Lingga 10 unit, SMA Negeri 2 Lingga 20 unit, dan SMA Negeri 3 Lingga 15 unit. Masih di Lingga, SMA Negeri 1 Senayang 10 unit, SMA Negeri 3 Senayang 15 unit, SMA Negeri 4 Senayang 15 unit, SMA Negeri 1 Singkep Barat 30 unit, SMA Negeri 1 Lingga Utara 15 unit, dan SMA Negeri 1 Singkep Selatan 20 unit.

Selanjutnya di Natuna ada 14 SMA Negeri juga mendapatkan jatah laptop dengan jumlah yang bervariatif. SMA Negeri 1 Midai 20 unit, SMA Negeri 1 Bunguran Barat 30 unit, SMA Negeri 2 Bunguran Barat 20 unit, SMA Negeri 1 Bunguran Timur 40 unit, SMA Negeri 2 Bunguran Timur 20 unit, SMA Negeri 1 Bunguran Utara 15 unit.

Sekolah lainnya adalah SMA Negeri 1 Pulau Laut 20 unit, SMA Negeri 1 Pulau Tiga 20 unit, SMA Negeri 1 Bunguran Timur Laut 20 unit, SMA Negeri 1 Bunguran Tengah 15 unit, SMA Negeri 1 Bunguran Selatan 20 unit, SMA Negeri 1 Subi 20 unit, SMA Negeri 1 Serasan 20 unit, dan SMA Negeri 1 Serasan Timur 20 unit. Secara umum SMA Negeri di Kabupaten Natuna mendapatkan bagian 300 unit laptop.

Sementara di Kabupaten Kepulauan Anambas, SMA Negeri yang mendapatkan jatah laptop tersebut adalah SMA Negeri 1 Jemaja dengan jumlah 30 unit, SMA Negeri 1 Siantan sebanyak 30 unit, dan SMA Negeri 1 Siantan Timur 10 unit, SMA Negeri 1 Palmatak 20 unit, dan SMA Negeri 2 Palmatak sebanyak 10 unit. Secara keseluruhan SMA Negeri di Kabupaten Kepulauan Anambas mendapatan 100 unit laptop dari Disdik Provinsi Kepri.

“Saat proses pengadaan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan ini minta agar garansi ditambah kan menjadi 3 tahun agar vendor (penyedia) yang dipilih bisa menang,” ujar salah satu sumber di Disdik Provinsi Kepri.

Hasil pengecekan di beberapa toko elektronik didapatkan informasi bahwa harga laptop merk lenovo spek  amd A9-9425 Radeon R5 3.10 GHz windows 10 tersebut harga di Tanjungpinang ini adalah sebesar Rp4,3 juta. Sementara itu untuk garansi resmi tidak ada yang tiga tahun, yang ada hanya satu tahun. Artinya meskipun ada peningkatan spek, harganya juga tidak mungkin seharga Rp. 9,3 juta.

Informasi terakhir yang didapat di internal DPRD Provinsi Kepri, usulan pengadaan itu berdasarkan hasil reses. Karena seorang dewan bisa mengajukan usulan, setelah melihat kondisi di lapangan. Menurut sumber Kabarkepri.com di DPRD Provinsi Kepri, proyek ini atas persetujuan Banggar dan Komisi IV menyetujui kegiatan tersebut alasannya pada waktu itu adalah bagi mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA di Provinsi Kepri.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Muhammad Dali menyatakan akan memberikan klarifikasi atas pemberitaan dugaan mark up pengadaan 2.400 unit laptop ini. Mantan Kepala Bidang SMK Disdik Provinsi Kepri tersebut tidak menapikan bahwa kegiatan tersebut adalah usulan dari dewan namun Dali enggan untuk memberikan siapa saja anggota dewan yang mengusulkan proyek bermasalah ini.

“Nanti saya akan berikan klarifikasi, karena sekarang ini lagi ada rapat bersama Komisi IV DPRD Kepri membahas masalah PPDB,” kata Dali saat ditemui di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang, Senin (29/6) lalu.

Sementara itu Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak juga belum bisa memberikan keterangan menyangkut kasus ini.

Jusri Sabri mengatakan , LSM Getuk akan terus memantau perkembangan penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Kepri dan meminta kasus ini dibuka selebar-lebarnya agar publik tau siapa pengkhianat masyarakat yang memakan uang rakyat hingga puluhan milyard.

“Kami akan terus memantau penyelidikan kasus ini. Jangan ditutup-ditutupi, buka selebar-lebarnya siapa tu koruptor yang mengkhianati masyarakat Kepri dengan memakan uang rakyat milyaran rupiah. Kita lagi susah kena dampak wabah covid-19, seenaknya memakan uang rakyat!”, ujar Jusri. (JS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here