Kucuran Dana APBD Bintan Kepada Yayasan Pondok Pesantren Madani Diduga Terjadi Kebocoran Mencapai Milyaran Rupiah

1597
0

BINTAN, KabarKepri.com – Pengelolaan Bantuan Dana APBD Kegiatan Makan Minum Santri Hapal Al-Qur’an Dan Guru Pengajar Pondok Pesantren Madani diduga terjadi kebocoran.

Hal tersebut terungkap berdasarkan hasil Investigasi LSM Gerakan Tuntas Korupsi (GETUK) Kepri beberapa hari lalu.
Ketua harian LSM GETUK Tengku Azhar dan Timnya langsung turun ke Pondok Pesantren tersebut dan menjumpai Lukman selaku Pembina Yayasan Pondok Pesantren Madani.

Lukman menjelaskan bahwa Anggaran Dana APBD yang tiap Tahun diterima Yayasan dipergunakan untuk membayar honor pengajar Sebanyak 60 (Enam Puluh) orang termasuk honor Kyai yang bertugas di Pondok pesantren Madani.

Sementara hasil investigasi lapangan LSM GETUK jumlah pengajar ternyata hanya belasan orang. Dan santri yang mondok di pesantren itu hanya 49 santri.

LSM GETUK menduga disitulah temuan awal kebocoran anggaran APBD yang dikucurkan Pemkab Bintan kepada Yayasan Madani sebagai Pengelola Pondok Pesantren sejak tahun 2015.

Untuk memastikan lagi dugaan kebocoran anggaran tersebut, Tim dari LSM GETUK mewawancarai beberapa pengajar dipondok pesantren Madani tersebut. Ada beberapa pengajar yang ditemui menjelaskan bahwa guru pengajar yang ada di pondok pesantren ini hanya belasan jumlahnya.

Menurut informasi yang diperoleh, honor yang diterima oleh para pengajar tiap bulannya sebesar Rp. 1.200.000 per orang. Honor tersebut dibayarkan melalui transfer ke rekening pribadi masing-masing pengajar.

Informasi yang didapat LSM GETUK bahwa pada tahun 2015 Pondok Pesantren Madani Didanai Melalui Angaran APBD Bintan Sebesar Rp.423.400.000.-

Tahun 2016 Sebesar Rp.527.400.000.-

Tahun 2017 Sebesar Rp.1.760.850.000,-

Selanjut Nya Tahun 2018 sebesar Rp.1.530.000.000.

Anehnya didalam APBD disebutkan bahwa anggaran yang dikucurkan Pemkab Bintan kepada Yayasan Madani diperuntukan untuk Makan Minum para santri dan pengajar Pusat Hafal Al-Qur’an berlokasi di Tanjung Uban.

Sementara itu keterangan Pihak Kanwil Kementrian Agama Kepri mengatakan Pesantren Pusat Hafal Al-Qur’an Yang Ada Di Kabupaten Bintan hanya satu yaitu Pondok Pasantren Madani yang berlokasi di Berakit, Bintan.

Ditempat terpisah ketua harian LSM GETUK Tengku Azhar mengkonfirmasi langsung dengan Sekda Bintan Adi Priyantoro.

Saat dikonfirmasi Sekda Bintan mengatakan tidak mengetahui dugaan kebocoran anggaran tersebut. Namun Adi Priyantoro memastikan bahwa Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk kucuran dana APBD ke Yayasan Madani dari tahun 2015 sampai sekarang adalah Lukman. Lukman juga diketahui menjabat salah satu Kabid di Dinas Kesra di Pemkab Bintan.

Selanjutnya Tengku Azhar menanyakan kepada Lukman kenapa tiap tahun Pondok Pesantren Madani harus dibiayai oleh APBD, bahkan anggarannya pun dinilai sangat besar.

Lukman berkilah tidak tahu hal itu, itu bukan wewenangnya, dan karena saat pembahasan anggaran dia mengatakan belum lagi ditunjuk menjadi pembina Yayasan Pondok Pesantren Madani.

Aneh memang jika Lukman tidak mengetahui hal tersebut padahal Lukman adalah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) nya.

LSM GETUK saat ini sedang menyusun laporan dan mengumpulkan bukti-bukti dan dalam waktu dekat segera melaporkan kasus ini ke Polda Kepri atau ke Kejaksaan Tinggi Kepri. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here