Petugas Bea dan Cukai Batam Gagalkan Penyeludupan Puluhan Ribu Pil Ekstasi

77
0

BATAM, KabarKepri.com – Upaya penyeludupan puluhan ribu butir pil ekstasi di Terminal Kedatangan Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay Batam berhasil digagalkan petugas Bea dan Cukai Tipe B Batam, Kamis (9/01/2020) lalu.

Puluhan ribu pil ekstasi tersebut coba diseludupkan oleh seorang pria inisial J (28 tahun) WNI yang datang dari Malaysia dengan mengunakan kapal tujuan pelabuhan Harbour Bay Batam.

Susila Brata, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam mengatakan barang bukti yang didapat dari J pemuda yang berasal dari kota Medan itu adalah berupa 30.037 butir pil ekstasi dan 31,7 gram ekstasi.

“Semua barang itu disembunyikan didalam 11 bungkusan makanan,” jelas Susila saat melakukan konferensi pers di kantornya, Selasa (14/1/2020).

Kronologis kejadiannya adalah saat pelaku datang di pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay sekira pukul 09.00 WIB petugas Bea dan Cukai mencurigai salah seorang penumpang di pemeriksaan x-ray Terminal Kedatangan, terang Susila.

Kecurigaan tersebut muncul berdasarkan hasil citra x-ray yang menunjukkan keganjilan pada barang bawaan penumpang tersebut. Kemudian penumpang tersebut dibawa ke Hanggar Bea dan Cukai untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan atas barang bawaan penumpang terdapat berupa 11 bungkusan makanan dan kedapatan barang diduga narkoba yang selanjutnya di uji Narcotic Idetification Kits (NIK) tersebut positif narkoba jenis Ekstasi.

“Selanjutnya yang bersangkutan di bawa ke KPU BC Tipe B Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan bersama dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri,” jelasnya.

Sementara itu, Wadir Ditresnarkoba Polda Kepri, AKBP S.O.M. Pardede mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara pelaku adalah kurir dan barang haram itu rencana akan dibawa ke Jakarta.

Pelaku dijerat dengan tiga pasal. Pertama pasal 112 ayat 2 Undang – undang (UU) nomor 35 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun.

Kedua, pasal 113 ayat 2, karena karena membawa barang haram itu dari luar negeri. Ketiga, pasal 114 ayat 2 minimal dengan ancaman pidana penjara minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun.



“Dari pengakuan tersangka dia hanya ditugaskan membawa barang itu dari Malaysia ke Batam, kemudian langsung ke Jakarta, yakni dia diberi upah sebesar Rp50 juta,” jelasnya. (JS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here