Jusri Minta PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) Dipidanakan Jika Terbukti Mempekerjakan TKA Ilegal Asal Tiongkok

1748
0

BINTAN, KabarKepri.com – Ketua LSM Gerakan Tuntas Korupsi (GETUK) Jusri Sabri memenuhi janjinya untuk mendapatkan bukti PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Gunung Kijang Bintan┬ámemang mempekerjakan Ratusan TKA Ilegal asal Tiongkok sebagai buruh kasar.

Tim yang dibentuk Jusri berhasil mendapatkan photo TKA Ilegal yang bekerja sebagai buruh kasar secara langsung di lokasi proyek pembangunan smelter PT. BAI tersebut. Jumlahnya diperkirakan mencapai seribuan.

Tim kami berhasil mendapatkan photo TKA Ilegal yang bekerja sebagai buruh kasar dan tukang bangunan secara langsung di lokasi, terang Jusri sambil memperlihatkan bukti photo tersebut.

Jusri meminta aparat kepolsian dan Imigrasi serta Disnaker Bintan segera menindak PT. BAI secara pidana karena sudah terdapat unsur pidana dalam hal ini.

Menurut Jusri ini sesuai dengan Ketentuan pidana terkait tenaga kerja ilegal diiatur dalam pasal 185 tentang pelanggaran ketentuan Pasal 42 Undang Undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang berbunyi mempekerjakan TKA yang tidak berizin mendapatkan sanksi pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama empat tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 100.000.000, dan paling banyak Rp. 400.000.000.

Selain itu, tindak pidana mempekerjakan TKA untuk bidang pekerjaan kasar juga masuk pidana kejahatan yang ketentuan pidananya diatur dalam pasal 187 Pelanggaran ketentuan Pasal 44 dan 45 ayat 1 yang berbunyi penggunaan TKA untuk pekerjaan kasar bukan dalam rangka transfer of technology dan transfer of knowledge, maka dikenakan sanksi pidana kurungan paling singkat satu bulan dan paling lama 12 bulan dan atau denda paling sedikit Rp. 10.000.000 dan paling banyak Rp. 100.000.000.

Pasal 35 ayat 3 disebutkan jika perusahaan dilarang mempekerjakan TKA pada jabatan tertentu terutama untuk tenaga kerja kasar, Pelanggaran atas pasal ini dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp. 50.000.000.

Jusri juga meminta DPRD Bintan melakukan sidak ke lokasi proyek agar dapat melihat langsung Kegiatan TKA Ilegal disana. Polisi jangan ragu-ragu untuk mempidanakan PT. BAI. Kalau Polres Bintan tidak segera bertindak, Jusri akan melaporkan hal ini ke Polda Kepri dan Mabes Polri, tegas Jusri.

Seperti diberitakan sebelumnya PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Gunung Kijang Bintan diduga keras memperkerjakan ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok secara Ilegal alias tanpa izin resmi dari pihak Imigrasi.

Menurut keterangan dari sumber yang tidak maau disebutkan namanya, TKA asal Tiongkok di Perusahaan ini bekerja dari Tingkatan Direksi, Manajer sampai buruh kasar. Semua mereka kuasai, pekerja lokal bisa dihitung dengan jari, jelasnya. Dan sumber mencurigai para TKA asal Tiongkok ini bekerja secara Ilegal. (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here