Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan, Polres Panggil Kepala BP2RD Tanjungpinang

813
0

TANJUNGPINANG, KabarKepri.com – Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Tanjungpinang, Riany kembali berurusan dengan aparat penegak hukum. Kali ini ia datang memenuhi panggilan tim penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Tanjungpinang, Selasa, (5/11).

Kedatangannya kali ini, untuk menyerahkan sejumlah data dokumen proyek pengadaan peralatan sarana kantor di BP2RD sekitar Rp.100.500.000 tahun anggaran 2018. Hal terserbut sesuai permintaan tim penyidik Polisi, terkait proses penyelidikan dugaan kasus korupsi terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Namun saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Riany kembali bungkam dan enggan menjawab tentang apa maksud dan tujuan kedatanganya ke Satreskrim Polres Tanjungpinang tersebut.

“Saya sudah sampaikan semuanya. Tanyakan ke polisi saja, dan saya lupa berapa materi pertanyaan yang diajukan tim penyidik. Intinya sudah saya serahkan semua dokumen yang diminta,”ucap Riany sembari berlalu usai keluar dari ruangan penyidik polisi.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie membenarkan atas kedatangan Kepala BP2RD Kota Tanjungpinang tersebut ke Satreskrim Polres Tanjungpinang untuk memenuhi undagan dengan menyerahkan sejumlah dokumen yang dibutuhkan atas penyelidikan dugaan mark up pengadaan alat-alat dan rumah tangga di BP2RD Tanjungpinang tersebut.

“Kedatangan yang bersangkutan untuk melengkapi kekurangan beberapa data dokumen yang dibutuhkan oleh tim penyidik, terkait proses penyelidikan yang tengah kita tangani,”ucap Alie.

Melalui sejumlah dokumen tersebut, lanjut Alie, maka tim penyidik akan dapat menelaah dan mempelajarinya dengan segera.

“Kendati demikian, jika penyidik masih merasa kurang, maka tentu akan meminta kembali kepihak bersangkutan,”ujar Alie.

Dilanjutkan, saat ini proses penyelidikan dan pengumpulan data atas dugaan korupsi di BP2RD kota Tanjungpinang itu, masih terus berlangsung. Berdasarkan data diperoleh, bahwa pengadaan barang di BP2RD tersebut, seperti laptop, komputer, printer, furniture kantor di BP2RD itu, adanya indikasi mark up.

“Kita akan terus pihak terkait lainnya, termasuk bendahara, staf, rekanan penyedia barang dan rekanan menerima kontrak kerja proyek pengadaan di BP2RD tersebut,”ucapnya.

Sekedar diketahui, disamping proses penyelidikan yang dilakukan Unit Tipikor Satreskrim Polres Tanjungpinang atas dugaan korupsi pengadaan barang dan dana APBD Kota Tanjungpinang di BP2RD tersebut. Proses penyelidikan dugaan kasus lain di BP2RD juga tengah diselidiki oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang atas dugaan Korupsi dana Pajak Bea Perolehan Hak Tanah Dan Bangunan (BPHTB) senilai lebih dari Rp.1,2 miliar

Bahkan dalam proses penyelidikan dugaan kasus korupsi penggunaan dana BPHTB tersebut, tim penyidik Kejari Tanjungpinang telah melakukan pemeriksaan sejumlah pihak terkait.

Riany sendiri selaku Kepala BP2RD Kota Tanjungpinang juga sudah diperiksa tim penyidik Kejari Tanjungpinang, termasuk Kepala Inspektorat yang juga Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Pemko Tanjungpinang, Tengku Dahlan.(JS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here