Human Trafficking di Pelabuhan International Batam masih marak !!

102
0

“PENGIRIMAN TKI ILEGAL DENGAN PASPORT PELANCONG, APARAT TERKESAN TUTUP MATA”

Ternyata Praktik pengiriman TKI ilegal melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre di Batam diduga masih terus berlangsung.

Walau jajaran Polda Kepri gencar melakukan penggerebekan dan penangkapan pengiriman tenaga kerja ilegal ini, tetapi aktifitas ilegal ini diduga masih terus berlangsung sampai sekarang.

Penindakan Polda Kepri itu ternyata tidak menimbulkan efek jera. Buktinya, praktek pengiriman TKI ilegal ke negara seberang Malaysia melalui pelabuhan resmi Batam Centre maupun pelabuhan tikus belakangan ini justru semakin marak.

Praktek pengiriman TKI ilegal menggunakan pintu keluar resmi di Pelabuhan Batam Centre mencapai ratusan orang setiap harinya. Biasanya keberangkatan calon TKI ilegal dari pelabuhan ferry Batam Centre dengan tujuan Malaysia pada pagi hari dan sore hari.

Info yang berefar para calon TKI ilegal tersebut juga diselundupkan melalui Pelabuhan ferry Harbourbay Batuampar.

Biasanya mereka memberangkatkan para TKI ilegal ini menggunakan kapal ferry yang sudah ditentukan atau sudah bekerjasama,” ujar sumber KABARKEPRI.COM, yang namanya tidak mau dipublikasikan.

KABARKEPRI.COM juga mendapatkan informasi masih ada penyalur TKI ilegal di Pelabuhan Batam Center. Salah satunya, seorang bernisial Fer. Di lapangan, koordinatornya berinisial Hen.

Di Malaysia calon TKI ilegal ini dijual oleh tekong yang berada di Batam dengan sindikat TKI ilegal di Malaysia dengan harga bervariasi 5 hingga 6 ribu ringgit per-kepala.

Perdagangan manusia antar negara dari Batam ke Malaysia sudah berlangsung cukup lama. TKI ilegal yang dijual ke Malaysia, umumnya tertipu, mereka di iming iming oleh sindikat TKI ilegal di Batam, calon TKI ilegal baik pria maupun wanita yang didatangkan dari berbagai daerah di Indonesiaa tersebut, di Malaysia akan dipekerjakan sebagai buruh diperkebunan, buruh bangunan dan pembantu rumah tangga.

Modus penyeludupan calon TKI ilegal dari pelabuhan resmi tersebut, sebelum mereka diberangkatkan ke negara seberang, oleh tekong TKI yang berada di Batam mereka dibuatkan paspor di sejumlah kantor Imigrasi seperti Batam, Belakangpadang, Tanjunguban, Karimun, dan Selatpanjang dan di Surabaya.

Setelah paspor siap, mereka kemudian diberangkatkan seakan akan para TKI ilegal ini akan mengunjungi famili atau saudara di Malaysia.

Dari Batam calon TKI ilegal ini diseludupkan menggunakan ferry ke negara tetangga menuju sejumlah pelabuhan seperti pelabuhan Pasir Gudang, Pelabuhan Tanjung Pengelih, pelabuhan Tanjung Belongkor dan Situlang Laut.

Ke empat pelabuhan tujuan tersebut berada di wilayah Johor Baru, Malaysia.

Untuk menjamin agar TKI ilegal tersebut bisa lolos masuk di pelabuhan negara tujuan, tekong TKI Batam bekerjasama dengan pengelola kapal, nakhoda atau anak buah kapal yang membawa mereka.

Setibanya di pelabuhan tujuan Malaysia, di sana sudah menunggu tekong yang menerima para TKI ilegal tersebut kemudian membawa mereka ke lokasi tempat pekerjaan.

Di Batam Centre, Fer dikenal sebagai anggota sebuah badan Intelijen, dan sementara sindikat yang berada di Malaysia dikabarkan ada sejumlah nama salah satu diantaranya bernama Ationg.

Ationg inilah yang menerima para calon TKI tersebut setibanya di pelabuhan tujuan.

Praktik perdagangan manusia antara negara dari Batam ke Malaysia yang dilakukan para sindikat tersebut bisa berjalan mulus karena berbagai aparat baik di Batam maupun di Malaysia sudah diatur dengan uang pelicin.

”Setiap instansi sudah ada jatah masing masing dari para tekong TKI ilegal. Sedikitnya puluhan juta rupiah setiap hari uang siluman alias pungutan liar (Pungli) mengalir ke kantong para petugas imigrasi dan oknum petugas kepolisian di Pelabuhan Ferry Batam Centre maupun di pelabuhan Harbour Bay Batuampar,” ungkap sumber tersebut.

Lebih jauh sumber itu mengungkapkan, tiap hari 6 sampai 7 trip kapal pembawa TKI ilegal berangkat dari Pelabuhan Batam Centre dan Pelabuhan Harbour Bay menuju Pasir Gudang dan Tanjung Belungkor, Johor Baru, Malaysia.

Pembuktian permainan para mafia TKI melalui pelabuham resmi tersebut, juga terbilang sulit oleh petugas. Sebab, para calon TKI ilegal sudah didoktrin bahwa keberangkatannya bukan untuk bekerja, melainkan untuk melancong atau berkunjung ke tempat keluarga.

Seperti yang dikatakan Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KKP), AKP Syaiful Badawi beberapa waktu lalu disatu media online, selama ini pihaknya terus melakukan pengawasan di setiap pelabuhan sebagai pintu masuk dan keluar Batam.

Sejauh ini, pihaknya mengupayakan lebih pada pencegahan. Sehingga, upaya untuk pengiriman TKI ilegal gagal terlaksana. “Polsek KKP di pelabuham lebih kepada pengamanan, sehingga terciptanya suasana yang kondusif. Namun kalau ditemukan adanya indikasi pelanggaran, langsung kita tindak.”

Dua orang calo TKI ilegal yang nama nya minta dirahasiakan sempat diwawancarai KABARKEPRI.COM ketika hendak memberangkatkan TKI Ikegal ke Malaysia di Pelabuhan Batam Centre belum lama ini mengaku para TKI sengaja dipisah dari rombongan untuk menghindarkan perhatian petugas. Mereka sengaja disuruh untuk tidak berkelompok.

Menurut pengakuan kedua calo TKI ilegal ini, mereka mendatangkan TKI ilegal dari daerah Madura dan Surabaya ke Batam secara rombongan berkisar 40 sampai 50 orang perhari menggunakan pesawat.

Setibanya di Bandara Hang Nadim mereka disuruh berpencar dari rombongan agar tidak diketahui oleh aparat keamanan bahwa mereka rombongan TKI yang akan bekerja ke Malaysia.

Dari Bandara Hang Nadim mereka dibawa langsung ke pelabuhan Batam Centre atau ke tempat penampungan, untuk menunggu keberangkatan dan dokumen mereka selesai diurus oleh tekong.

Setelah aman mereka diberangkatkan melalui pelabuhan Batam Centre dan ada juga yang diberangkatkan dari Harbour Bay Batuampar.

Agar tidak terlalu menyolok mata bahwa mereka bekerja sebagai TKI, di pelabuhan juga mereka disuruh berpencar dari rombongan.

Biaya yang dikenakan kepada TKi ilegal sebesar Rp2 juta sampai Rp3 juta per kepala. Itu sudah termasuk biaya tiket ferry dari batam sampai Malaysia.

TKI dijanjikan oleh tekong di Batam bekerja di kilang. Atau sebagai pembantu rumah tangga bagi yg wanita. Namun ketika ditanya siapa nama bos mereka, kedua calo TKI ilegal ini tutup mulut rapat rapat.

Dugaan sementara, lancarnya kegiatan pengiriman dan transaksi perdagangan TKI ilegal di Batam karena ada keterlibatan oknum pihak keamanan dan pihak Imigrasi yang bertugas di Pelabuhan Batam Centre.(TIM).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here